Larangan Upacara Keagamaan di India

Kabar Religi diseluruh dunia kali ini, Bersumber terhadap larangan pemerintah setempat di India mengenai ritual keagamaan.

Seperi apa beritanya?

Simak ulasana kami bidawah berikut ini.

Mengacu Pada Undang-Undang

Larangan dramatis baru-baru ini oleh pemerintah Tamil Nadu. Larangan yang diperintahkan oleh pejabat divisi pendapatan (RDO) Mayiladuthurai bulan lalu mengacu pada Pasal 23(1) Konstitusi yang melarang lalu lintas manusia dan bentuk kerja paksa serupa lainnya. Perintah tersebut dengan tegas menyatakan bahwa peramal hanya dilarang dibawa secara fisik oleh orang dengan tandu dan tidak ada keberatan terhadap tempat-tempat wisata peramal atas nama pattina pravesam. Dalam Hal ini sebenarnya tidak dalam maksud unutk melarang. Namun, Keputusan baru telah di keluarkan minggu-minggu kemarin.

Larangan tersebut yang dicabut pada 8 Mei dipandang sebagai agenda reformis oleh sebagian masyarakat dan dipandang dengan kecurigaan oleh orang lain yang melihatnya sebagai gangguan terhadap keyakinan dan praktik keagamaan mereka selain sebagai serangan terhadap kebebasan beragama mereka.

Melihat hal tersebut lah yang mungkin menjadi faktor mendasar atas keputusan tersebut.


Mahkamah Agung secara konsisten mengembangkan ‘Doktrin Praktik Keagamaan Esensial’ sebagai ujian standar untuk mengadili praktik keagamaan yang diizinkan secara konstitusional mulai dari kasus Shirur Mutt yang terkenal (1954) hingga kasus Ajmer Dargah (1961), kemudian kasus Ananda Margis (2004) dan baru-baru ini kasus Sabarimala (2018).

Leave a Comment

Your email address will not be published.